Deployment aplikasi web merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerapan sebuah sistem agar dapat berjalan pada lingkungan server. Selain itu, pengelolaan media penyimpanan melalui virtual drive juga membantu mempermudah pengaturan data serta administrasi server. Pada artikel ini akan dijelaskan tahapan lengkap untuk melakukan deployment aplikasi web berbasis PHP 7 sekaligus membuat virtual drive pada Windows Server 2003 sebagai referensi bagi mahasiswa, praktisi, maupun siapa saja yang sedang mempelajari administrasi server.
BAGIAN 1: IMPLEMENTASI WEBSITE MENGGUNAKAN PHP 7
Persiapan Alat dan Bahan,Sebelum memulai proses deployment, pastikan seluruh alat dan bahan berikut telah disiapkan.
- Folder aplikasi atau proyek website.
- XAMPP Control Panel sebagai web server lokal.
- Laptop atau komputer yang berfungsi dengan baik.
- Minuman seperti kopi untuk menemani proses pengerjaan (opsional).
Apabila seluruh persiapan telah selesai, kita dapat langsung memulai proses deployment website dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
Karena pada tutorial ini kita menggunakan XAMPP sebagai web server lokal, salin atau pindahkan folder aplikasi jasa ke dalam direktori htdocs pada instalasi XAMPP. Lokasi folder tersebut dapat dilihat pada path yang telah dijelaskan sebelumnya.
Catatan: Setelah folder aplikasi selesai disalin, pastikan struktur foldernya sudah benar. Folder aplikasi jasa harus langsung berada di dalam folder htdocs, sehingga susunannya menjadi htdocs/jasa.
Hindari struktur folder seperti htdocs/jasa/jasa, karena dapat menyebabkan aplikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya atau sulit diakses melalui XAMPP.
Selanjutnya, buka XAMPP. Aktifkan layanan Apache dan MySQL dengan menekan tombol Start hingga status keduanya berubah menjadi aktif (berwarna hijau).Setelah itu, klik tombol Admin pada bagian MySQL untuk membuka halaman phpMyAdmin melalui browser.
Nah kalau udah bener bakalan diarahin kesini
selanjutnya kita lanjut aplikasi nyatadi yang di htdocs xampp tadi,cari file koneksi.php
setelah itu buka file koneksi.php, lu kosongin passwordnya,sama liat nama databasenya juga, misalkan kalau nama databasenya jasa, berarti nanti kita bikin database baru di phpmyadmin nya itu jasa.
sekarang kita setting lagi,habis itu silahkan save
Nah setelah filenya di setting, kita balik lagi ke tampilan phpmyadmin,bikin database yang baru dengan nama “jasa”.
Setelah databasenya dibuat kita pencet databasenya.
Karena database ini masih kosong, kita butuh format dalam databasenya dari aplikasi kita yang mau kita install tadi, pencet menu “impor” terus kita pilih “pilih file”.
Nah kita cari file database aplikasi kita di folder path seperti diatas, lalu kita pilih file sqlnya.
Setelah kita pilih, trus scroll kebawah dan pencet impor.
Nah kalo sudah seperti ini berarti databasenya udah berhasil di impor.
Kalo udah berhasil di impor, kita lanjut lagi pencet menu “struktur” der, lalu kita pencet tabel “user”
Nah kalo sudah bener tampilannya akan seperti ini, langsung aja kita pencet “ubah” biar kita bisa login.
Setelah itu langsung kita configure aja yg username sama passwordnya, jangan lupa password kita setting fungsinya jadi MD5 dan kasih password disebelah kanannya.kalo udah semua baru kita pencet kirim.
kalo sudah seperti ini berarti kita udah berhasil.
Setelah itu kita buka aplikasi kita dengan cara ketik localhost/jasa, setelah itu login username dan passwordnya sesuai sama tabel user yang kita setting sebelumnya.
ini tampilan setelah berhasil
BAGIAN 2 : MENGAMANKAN FILE DENGAN PERINTAH ATTRIB
Sebagai langkah tambahan untuk menjaga file utama aplikasi, Anda dapat mengubah atribut index.php menjadi Read-Only. Pengaturan ini bertujuan untuk mengurangi risiko perubahan atau penghapusan file secara tidak sengaja melalui File Explorer.
Langkah-langkah:
Buka folder proyek yang berada di C:\xampp\htdocs\jasa.
Pada address bar File Explorer, ketik cmd, kemudian tekan Enter. Command Prompt akan terbuka dengan direktori yang langsung mengarah ke folder proyek.
Di jendela Command Prompt, jalankan perintah berikut:
attrib +R index.php
Tekan Enter untuk menerapkan atribut Read-Only pada file index.php.
Verifikasi :
Untuk memastikan pengaturan berhasil diterapkan, coba buka file index.php dan lakukan perubahan pada isinya. Jika atribut Read-Only telah aktif, sistem akan membatasi proses penyimpanan perubahan atau meminta izin tambahan sebelum file dapat dimodifikasi.
Catatan: Apabila di kemudian hari Anda ingin mengubah atau memperbarui isi file index.php, atribut Read-Only perlu dinonaktifkan terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan melalui Command Prompt dengan menjalankan perintah berikut:
attrib -R index.php
Setelah perintah tersebut dieksekusi, file index.php dapat kembali diedit seperti biasa.
BAGIAN 3 : MENAMBAH VIRTUAL DRIVE PADA WINDOWS 2003
Langkah Membuat Virtual Hard Disk di VirtualBox
Sebelum virtual drive dapat digunakan pada Windows Server 2003, terlebih dahulu perlu dilakukan penambahan Virtual Hard Disk (VHD) pada mesin virtual. Hard disk virtual ini nantinya akan terdeteksi oleh sistem operasi sebagai media penyimpanan baru.
1. Membuka Pengaturan Mesin Virtual
Pastikan kondisi Windows Server 2003 dalam keadaan Powered Off. Setelah itu, klik kanan pada mesin virtual di VirtualBox, kemudian pilih menu Settings.
2. Masuk ke Menu Storage
Pada jendela Settings, pilih menu Storage yang berada di panel sebelah kiri untuk mengelola media penyimpanan pada mesin virtual.
3. Menambahkan Virtual Hard Disk
Pada bagian Controller: IDE (atau SATA, sesuai konfigurasi mesin virtual), klik ikon Add Hard Disk.
Selanjutnya, pilih opsi Create untuk membuat virtual hard disk yang baru.
4. Konfigurasi Virtual Hard Disk
Selanjutnya, lakukan pengaturan pada virtual hard disk sesuai kebutuhan.
- Pilih format VDI (VirtualBox Disk Image).
- Gunakan opsi Dynamically Allocated agar penggunaan kapasitas penyimpanan pada host bersifat bertahap sesuai kebutuhan.
- Tentukan nama file virtual hard disk serta kapasitas penyimpanan, misalnya 15 GB.
- Setelah semua pengaturan selesai, klik Finish.
5. Menyimpan Konfigurasi
Pastikan virtual hard disk yang telah dibuat muncul pada daftar Storage. Jika sudah sesuai, klik OK untuk menyimpan seluruh perubahan konfigurasi.
Selanjutnya Verifikasi Virtual Drive
Setelah proses inisialisasi, pembuatan partisi, serta format selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa virtual drive telah terdeteksi dengan baik oleh Windows Server 2003.
Beberapa indikator yang menunjukkan bahwa konfigurasi telah berhasil antara lain:
- Melalui Computer Management (Disk Management)
Buka Disk Management, kemudian pastikan hard disk virtual berada dalam status Online. Periksa juga apakah partisi telah menggunakan sistem file NTFS, memiliki label volume sesuai ketentuan (misalnya praktek), serta telah mendapatkan huruf drive seperti F:.
- Melalui My Computer
Buka My Computer dan pastikan drive baru telah muncul pada daftar Hard Disk Drives. Jika drive tersebut sudah terlihat dan dapat diakses, maka virtual drive telah berhasil dibuat dan siap digunakan sebagai media penyimpanan tambahan, baik untuk data aplikasi web maupun file penting lainnya.
virtual drive telah berhasil dikonfigurasi dan siap digunakan untuk mendukung kebutuhan penyimpanan pada server.
0 komentar:
Posting Komentar